Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Perkuat Lini Sayap Timnas Indonesia

Kabar gembira datang dari kubu Timnas Indonesia. Luke Anthony Vickery, pemain sayap berusia 20 tahun yang selama ini berkarier di Australia, resmi mengucap sumpah sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sydney pada Kamis (16/7/2026). Dengan status barunya ini, satu lagi opsi segar tersedia bagi skuad Garuda di sektor sayap kanan.

Proses Naturalisasi yang Panjang

Nama Luke diusulkan oleh PSSI melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga sejak awal 2026. Usulan itu kemudian melalui serangkaian tahapan, mulai dari verifikasi administrasi hingga kajian oleh Tim Pemeriksa dan Peneliti Pemberian Kewarganegaraan (TP3K) lintas kementerian. Setelah dinyatakan memenuhi syarat, rekomendasi disetujui DPR pada 17 Juni 2026 sebelum akhirnya diajukan ke Presiden untuk pengesahan status kewarganegaraannya.

Prosesi pengambilan sumpah di Sydney berlangsung khidmat dan dipimpin langsung oleh Menteri Hukum RI, Supratman Andi Agtas, didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum Nico Afinta, Wakil Duta Besar RI untuk Australia Lintang Paramitasari Parnohadiningrat, serta Konsul Jenderal RI di Sydney, Pendekar Muda Leonard Sondakh.

Garis Keturunan dari Medan

Hak kewarganegaraan Luke berasal dari garis keturunan ibunya, Cherie Claudine Vickery. Nenek Luke, Hetty Nanda, lahir di Medan, Sumatera Utara, pada 3 Desember 1937 — jejak darah Indonesia inilah yang menjadi dasar hukum bagi proses naturalisasinya.

Profil Singkat Sang Pemain

Lahir di Kailua, Hawaii, Amerika Serikat, pada 25 Oktober 2005, Luke saat ini memperkuat Macarthur FC di kompetisi A-League Australia, dengan kontrak yang mengikatnya hingga Juni 2028. Sebelum bergabung dengan Macarthur, ia sempat membela Western United. Dengan tinggi 183 sentimeter, Luke dikenal sebagai winger dengan kecepatan dan kemampuan menyerang yang fleksibel, mampu beroperasi baik di sisi kanan maupun kiri lini depan. Ia bahkan pernah memperkuat skuad muda Timnas Australia sebelum akhirnya memilih jalur Merah Putih.

Menjelang naturalisasinya rampung, Luke sempat mengikuti sesi latihan bersama Timnas Indonesia pada FIFA Matchday melawan Oman dan Mozambik, Juni lalu — momen yang sekaligus menjadi ajang penilaian langsung pelatih John Herdman terhadap kualitasnya.

Target Besar: Piala Dunia 2030

Usai resmi berstatus WNI, Luke menyampaikan optimismenya untuk berjuang bersama Timnas Indonesia menuju panggung Piala Dunia 2030, sejalan dengan visi besar yang digaungkan pemerintah. Bergabungnya Luke juga melengkapi daftar pemain diaspora asal Australia yang belakangan memilih membela Indonesia, menyusul nama-nama seperti Mitchell Baker yang lebih dulu menuntaskan proses serupa.

Meski sudah sah menjadi WNI, kapan tepatnya Luke akan menjalani debut resmi bersama skuad senior Garuda masih menunggu keputusan pelatih dan agenda kompetisi internasional berikutnya, termasuk kemungkinan tampil di Piala AFF 2026.